Dianggap Tarif Terlalu Mahal, Anggota Dewan Terus Komentari Tarif Tol Balsam

  • Whatsapp
dianggap tarif terlalu mahal anggota dewan terus komentari tarif tol balsam
dianggap tarif terlalu mahal anggota dewan terus komentari tarif tol balsam

VONIS.ID, SAMARINDA – Tarif jalan tol pertama yang menghubungkan beberapa kota penyangga ibu kota negara (IKN) baru menimbulkan banyak kritik dari berbagai kalangan.

Terlebih para anggota legislatif di Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca Juga

Nidya Listiyono anggota komisi II DPRD Kaltim menilai, penentuan tahap tahap awal mengenai tarif terlampau mahal.

“Idealnya kalau di pulau Jawa rata-rata dimulai dari angka Rp 500/Km. Jika bisa mulai lah bertahap dengan angka kisaran dengan tarif tol yang lain,” ujar Tio sapaan akrabnya, saat ditemui Vonis.id beberapa waktu lalu.

Tio menyayangkan tidak ada keterbukaan pihak pengelola jalan tol terkait hasil uji publik yang dilakukan beberapa bulan yang lalu. 

“Saya yakin dalam menentukan tarif tentu sudah dilakukan kajian. Hasil rata-rata tol berapa sih biayanya ketika sudah digunakan masyarakat. Karena soal itu kan tidak pernah dibuka datanya,” ucapnya.

“Sehingga sebenarnya mau diangka berapapun kalau memungkinkan dimulai dengan angka Rp 300 – Rp 500 kenapa tidak,” tambahnya.

Namun politisi Golkar ini tidak sepakat jika tol Balsam harus digratiskan. Lantaran potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari jalan bebas hambatan pertama di Kaltim ini cukup menjanjikan.

“Tapi hari ini jika bicara gratis juga tentu biaya operasional yang lain-lain juga patut dipertimbangkan. Tetapi setidaknya juga memperhatikan hajat hidup orang banyak dan dapat menjadi sumber PAD untuk daerah,” jelasnya.

Sebab itu, DPRD Kaltim akan segera mengambil sikap kelembagaan untuk menanggapi persoalan ini, dengan mengirimkan surat resmi kepada Kementrian PUPR untuk segera melakukan evaluasi.

“Kita punya jalan baru tapi harganya mahal sekali dan tentu hati masyarakat Kaltim terlukai dengan persoalan ini,” tutupnya. (advertorial)

Logo DPRD Kaltim

Related posts