Gelar Rapat Koordinasi Evaluasi, DPRD Kaltim Minta Penerima Beasiswa Kaltim Tuntas Kategori Korban KDRT dan Disabilitas Ditambah

  • Whatsapp
IMG WA
Rusman Yaqub, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

VONIS.ID, SAMARINDA – Diketahui Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor secara resmi membuka Pendaftaran Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) 2021, pada 25 Maret 2021 lalu.

Saat telah dilakukan proses seleksi administrasi.

Baca Juga

Terkait hal itu, Komisi IV DPRD Kaltim bersama pihak pengelola beasiswa menggelar rapat koordinasi evaluasi.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Ruman Yaqub berkomitmen pihaknya selalu memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan beasiswa andalan Pemprov Kaltim ini.

Ruman Yaqub menerangkan banyak menerima keluhan masyarakat pada pelaksanaan BKT tahun-tahun sebelumnya.

Pihak yang tidak lolos mengeluhkan proses administrasi tidak diberitahu oleh pengelola kenapa mereka tidak dinyatakan lulus jadi penerima beasiswa.

“Makanya komisi IV meminta supaya itu setelah mendaftar secara online, sudah melalui verifikasi administrasi itu diumumkan kriteria penilaiannya apa saja, sehingga orang tidak lulus dia bisa mengetahui alasannya,” ucap Rusman, Rabu (26/5/2021).

Komisi IV meminta pengelola BKT transparan, baik dalam proses pendaftaran, seleksi administrasi, hingga proses penilaian.

“Transparansi itu dari awal hingga akhir, apapun keputusannya orang tahu prosesnya,” terangnya.

Selain itu, Komisi IV DPRD Kaltim juga meminta Pemprov Kaltim menambah jumlah porsi penerima beasiswa bagi anak keluarga tidak mampu, korban KDRT, korban pelecahan seksual, dan disabilitas.

Rusman Yaqub menerangkan jumlah penerima untuk segmen khusus ini masih rendah.

“Kami minta porsi anak miskin lebih banyak, anak akibat KDRT, kemudian diabilitas berkebutuhan khusus, porsi penerimanya masih rendah,” tegasnya.

Hal itu terlihat saat pendaftaran BKT 2021, pendaftar beasiswa dari korban KDRT hanya satu orang.

Dirinya menegaskan pengelola beasiswa harus mengevaluasi proses pendaftaran sampai sosialisasi program.

“Apakah tidak mendaftar karena ketidaktahuan jadi harus sosialisasi, atau memang mengakses informasi kesulitan. Jadi tidak boleh mengandalkan pendaftaran online kepada segmen-segmen khusus,” katanya (Advertorial)

Related posts