Pelaku Pembunuhan di Gunung Lingai Samarinda Jalani 17 Adegan Rekonstruksi

  • Whatsapp
fd f dfe ebbcab
Adegan ke 11 memperlihatkan pelaku menusukan badik sepanjang 20 sentimeter ke bagian perut kiri korban hingga tersungkur dan tak lama menghembuskan nyawa/VONIS.ID

VONIS.ID, SAMARINDA – Pasca tewasnya Heru Bambang (26) ditangan Supiansyah alias Ian (45) pada 12 April di di Jalan Gunung Lingai, Gang Rahman, RR 22, Kecamatan Sungai Pinang akibat permasalahan sakit hati, pada Selasa (8/6/2021) siang tadi akhirnya digelar adegan rekonstruksi.

Dihadiri enam orang saksi, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, jajaran Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama Polsek Sungai Pinang memulai reka ulang adegan pembunuhan.

Baca Juga

Bertempat dihalaman belakang Mapolsek Sungai Pinang, Ian melakoni 17 adegan yang bermula dari cekcok mulut dengan korban, sampai ia menikamkan senjata tajam 20 sentimeter dan kabur dalam pelariannya hingga 25 hari sampai ia kembali dibekuk petugas.

“Rekonstruksi ini digelar untuk menggambarkan sebenar-benarnya kejadian yang terjadi seperti apa waktu kejadian,” ucap Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Jufri Rana melalui Wakapolsek, AKP Budiharso siang tadi.

Pada adegan ke 6 terlihat korban sempat bersitegang dan memberi ancaman kepada pelaku sebab sakit hati kerap dijelek-jelekan dihadapan sang kekasih.

Setelahnya, pada adegan ke 7 korban terlihat sempat bertemu dengan sang kekasih dan membicarakan sesuatu.

Setelahnya korban kembali menghampiri pelaku dan langsung mencekik lehernya sembari menampar dan menyudutkan Ian ke dekat lemari.

Saat itu, Ian melihat sajam di atas lemari dan seketika mencabut dari sarungnya. Tanpa basa-basi, pada adegan 11 pelaku langsung menancapkan sajam itu di perut kiri korban.

Ketika itu, saksi mata Roni Purwanto sempat melerai. Namun hal itu tak menyurutkan niat pelaku yang terus mendorong tubuh korban dengan badik hingga tersungkur bersimbah darah di lantai.

“Pada kesimpulannya, adegan rekonstruksi ini berjalan sesuai yang direncanakan dan pasal yang disangkakan. Pelaku sendiri dijerat dengan pasal 338 KUHP juncto 351 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (tim redaksi)

Related posts