Pemotor yang Viral Ancam Polisi di Samarinda Ditetapkan Tersangka, Terancam Jadi Tahanan Luar 

  • Whatsapp
bcbf fc bfa bcd
Herdi saat diamankan petugas lantaran membandel saat hendak ditertibkan bekendara dan justru memberikan ancaman/IST

VONIS.ID, SAMARINDA – Herdi Setiawan seorang pengendara yang mengancam akan menimpas petugas ketika sedang ditertibkan berkendara saat melintas di Jembatan Mahakam IV pada Sabtu (22/5/2021) malam lalu dipastikan akan tetap diproses hukum oleh Satreskrim Polresta Samarinda.

Dalam kasus ini, mahasiswa semester 10 tersebut dikenakan pasal 212 KUHP, tentang pidana melawan petugas disertai ancaman kekerasan.

Baca Juga

Dengan ancaman hukuman maksimal selama 1 tahun 4 bulan.

Hal itu disampaikan oleh Kasatreskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena ketika dikonfirmasi Selasa (25/5/2021) sore tadi.

Disebutkan, bahwa pemuda 25 tahun yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini tidak ditahan di Polresta Samarinda.

“Tetap kita proses hukum. Tetapi tidak ditahan, karena ancamannya hanya 1 tahun 4 bulan. Tapi proses hukumnya tetap berjalan,” tegas polisi berpangkat melati satu ini.

Kendati tidak dilakukan penahanan, namun yang bersangkutan dikenakan wajib lapor seminggu dua kali.

“Tetap (wajib lapor). Nanti tetap kami arahkan untuk wajib lapor ke Polresta, seminggu dua kali, Senin dan Kamis,” tandasnya.

Hukuman wajib lapor yang dikenakan kepada tersangka ini diberlakukan selama proses pemberkasan hingga masuk dipersidangan.

Diberitakan sebelumnya, kasus hukum yang kini menjerat mahasiswa semester 10 itu bermula saat Satlantas Polresta Samarinda tengah menertibkan lalu lintas di Jembatan Mahakam IV pada Sabtu (22/5/2021) malam lalu.

Saat itu Herdi yang tengah mengendarai motor dihentikan oleh petugas.

Lantaran saat melintas di jembatan, Herdi menggunakan jalur yang bukan semestinya digunakan oleh para pengendara roda dua.

Herdi yang melanggar ketertiban berlalulintas kemudian ditindak oleh petugas. Namun penindakan itu tak diindahkan oleh Herdi.

Dengan nada penuh emosi, Herdi yang diminta untuk menunjukkan surat-surat berkendara, malah mengeluarkan kata yang bersifat menuduh petugas. Dengan menyebut melakukan pungutan liar.

Saat ditanya lebih lanjut oleh petugas, rupanya Herdi tak dapat menunjukkan surat-surat berkendara, serta tak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Kendati telah melanggar, Herdi tetap mengeyel dan enggan untuk disalahkan. Fatalnya, dengan arogannya pemuda yang tengah menempuh pendidikan tinggi itu, malah mengancam akan menimpas para petugas.

Perbuatan Herdi ini bahkan terekam dan videonya viral di Sosial Media. Singkatnya, karena telah melakukan pengancaman, Herdi pun dibawa petugas ke Polresta Samarinda guna ditindaklanjuti lebih lanjut. (tim redaksi)

Related posts