Polisi Amankan Pria Pemilik 17 Poket Sabu, Ngakunya untuk Konsumsi Pribadi Saat Bekerja di Dalam Hutan

  • Whatsapp
ccbfa c d bb edabe
Yunus saat diamankan jajaran Satrekoba Polresta Samarinda beserta 17 poket sabu yang diakuinya untuk konsumsi pribadi saat bekerja di dalam hutan/IST

VONIS.ID, SAMARINDA – Komitmen perang memberantas peredaran narkotika terus dibuktikan jajaran Satreskoba Polresta Samarinda.

Usai memberangus sindikat sabu lebih dari 3 kilogram, kali ini Korps Bhayangkara kembali mengamankan 17 poket barang bukti kristal putih pada Rabu (20/1/2021) malam lalu, tepatnya pukul 20.30 Wita.

Baca Juga

17 poket kristal haram ini diamankan petugas dari tangan seorang pria bernama Yunus dengan berat total sebanyak 8,03 gram brutto.

Pria 41 tahun ini diamankan saat berada di indekosnya di bilangan Juanda, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu.

Dijelaskan Kasat Reskoba Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit Sidik Iptu Abdillah Dalimunthe, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang dihimpun kepolisian.

Disebutkan kalau indekos yang menjadi tempat tinggal Yunus, kerap dijadikan lokasi transaksi sabu.

Setelahnya, polisi berpakaian sipil melakukan penyelidikan dilokasi yang telah disebutkan. Di sana petugas dengan sigap berhasil mengamankan Yunus tanpa perlawanan beserta sejumlah alat buktinya.

“Saat dilakukan penggeledahan, awalnya kami hanya dapatkan dua poket sabu di dalam lemari yang dibungkus kertas tisu, beratnya berat 0,71 gram,” ungkapnya Dalimunthe melalui telpon selulernya, Sabtu (23/1/2021) siang tadi.

Meski telah mendapatkan alat bukti, namun polisi saat penggeledahan tak berhenti begitu saja. Pencarian terus dilakukan, Yunus pun terus dimintai keterangan.

Hingga akhirnya ia mengaku kalau belasan poket sabu lainnya disembunyikan didalam kotak permen yang disimpan diatas lemari baju.

“Lalu kami dapatkan 15 poket sabu siap edar, disimpan dalam kotak permen di atas lemari,” sambungnya.

Singkat cerita, Yunus lalu digelandang ke Mapolresta Samarinda guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kepada petugas, Yunus mengaku bahwa sabu sebanyak itu tidak untuk dijual, melainkan akan digunakan untuk konsumsi pribadi.

“Ngakunya, dia ini kerja kayu di Melak, Kutai Barat. Nah rencanya mau masuk ke hutan, jadi dia bawa sabu itu sebagai stok (dikonsumsi) selama dihutan,” ucapnya.

Kendati demikian, polisi tak begitu saja percaya dengan ucapan Yunus yang hanya akan mengkonsumsinya sendiri.

Polisi menduga kristal mematikan itu memang hendak dibawa Yunus ke Melak, Kutai Barat, untuk selanjutnya diedarkan.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan awal, diketahui kalau Yunus memang merupakan pencandu berar sabu-sabu.

Polisi saat ini masih menyelidiki asal sabu yang akan diedarkan Yunus.

“Apakah berasal dari Samarinda atau dari luar kota, kami kembangkan lagi, mudahan kami bisa mengungkap bandarnya,” tandasnya. (tim redaksi)

Related posts