Satreskrim Samarinda Turun Tangan Usut Dugaan Tambang Ilegal Temuan Dinas Pertanahan

  • Whatsapp
adcea a dadaaafba
Lokasi dugaan galian emas hitam berkedok pematangan lahan di wilayah Palaran ini akan segera ditindaklanjuti aparat kepolisian/VONIS.ID

VONIS.ID, SAMARINDA – Penindakan pematang lahan tanpa izin yang dilakukan Dinas Pertanahan serta Satpol-PP Samarinda menghasilkan dugaan lain.

Aktivitas penindakan di Jalan Parikesit 2, Gang Bendahara, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, disinyalir merupakan kegiatan galian emas hitam ilegal.

Baca Juga

Meski telah disegel dan ditindak rupanya aktivitas yang meresahkan warga itu masih berjalan. Temuan ini semakin menarik perhatian masyarakat.

Sebab, disinyalir pejabat publik ikut bermain di dalamnya.

Indikasi adanya tambang ilegal ini membuat Dinas Pertanahan berencana melaporkannya ke Polresta Samarinda.

Dikarenakan dugaan tembang ilegal ini sudah masuk dalam ranah hukum pidana.

Meski belum ada laporan resmi yang mendarat ke Polresta Samarinda, rupanya Korps Bhayangkara telah memonitoring temuan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini.

Bahkan disebutkan aparat negara ini akan turun tangan menyelidiki dugaan tambang ilegal yang hanya berjarak lima meter dari pemukiman.

“Belum ada laporan. Justru karena lihat diberita itu kami akan kejar bola (lakukan penyelidikan) duluan,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena, Jumat (18/6/2021) sore tadi.

Rencananya aparat kepolisian akan menggali informasi terlebih dahulu di dua OPD yang melakukan penindakan pada Jumat (11/6/2021) lalu.

Kemudian akan menggali informasi di sekitar lokasi yang ditengarai terdapat tambang ilegal tersebut.

“Kami akan koordinasikan dengan Dinas Pertanahan dan Satpol PP, apa saja yang didapat dan seperti apa laporannya. Kroscek lapang juga ada,” imbuhnya.

Tidak menutup kemungkinan indikasi adanya oknum pejabat publik yang terlibat akan didalami. Termasuk mencari tahu kebenaran adanya PT Cahaya Ramadan atau PT Keshav Timur yang disebut sebagai pelaksana kegiatan.

“Nanti dicek dulu lah, mulai dari instansi terkait dan lapangan dulu. Dari pematangan lahannya dulu lah, kan info awalnya itu yang jelas anggota akan diturunkan ke lapangan,” pungkasnya. (tim redaksi)

Related posts