Setelah Dicekoki Miras, Remaja 14 Tahun di Samarinda Digilir Pacar dan Teman-temannya

  • Whatsapp
IMG WA

VONIS.ID, SAMARINDA – Sungguh memilukan peristiwa yang dialami Bunga (bukan nama sesungguhnya). Bagaimana tidak, sebab remaja gadis 14 tahun ini harus menelan pahitnya perilaku keji yang dilakukan kekasihnya bersama teman-temannya.Di salah satu tempat penginapan, yang terletak di Kecamatan Samarinda Ulu.

Informasi dihimpun dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda yang menangani kasus tersebut, kini telah menangkap para pelaku pemerkosaan yang ternyata juga masih dibawah umur dan berjumlah tiga orang.

Baca Juga

Ketiga remaja laki-laki yang ditetapkan sebagai tersangka itu masing – masing berinisial FA (15), DA (16) dan DN (16). Mirisnya, pelaku berinisial FA tersebut adalah kekasih Bunga yang mana saat kejadian justru mempersilahkan kedua temannya menyetubuhi gadis remaja yang ia pacari setahun belakangan.

Persetubuhan yang dilakukan secara bergilir itu terjadi ketika korban dan pelaku usai berpesta minuman keras (miras). Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit IPDA Suhat ketika dikonfirmasi media ini Kamis (10/6/2021) sore tadi.

Dibeberkannya bahwa kekerasan seksual yang dialami R tersebut terjadi pada Minggu (8/5/2021) dini hari lalu. Awalnya FA yang membuat janji temu dengan Bunga, mengajak jalan untuk berkeliling kota menikmati asyiknya malam mingguan.

Namun menjelang tengah malam, FA tiba-tiba mengajak R ke sebuah penginapan. Yang ternyata di sana sudah ada lima rekan FA. Didalam kamar itu, FA sudah merencanakan sebuah pesta miras kecil-kecilan.

“FA dan teman-temannya ini menyewa kamar untuk pesta miras. Si korban diajak untuk ikutan. Setelah mencekoki korban, barulah FA mengajak korban untuk bersetubuh,” ungkap Suhat.

Dalam keadaan mabuk, gadis remaja yang masih duduk dibangku Kelas VIII SMP tersebut dipaksa untuk beradegan hubungan layaknya suami istri oleh FA. Setelah puas melampiaskan nafsunya, FA kemudian mempersilahkan teman-temannya untuk menikmati tubuh kekasihnya tersebut.

“Dari lima teman pacarnya ini, cuman dua yang ikut setubuhi korban. Pelakunya berinisial DA dan DN. Sedangkan tiga teman lainnya yang ada disitu mereka hanya bermain game online,” terangnya.

Setelah melakukan tindak persetubuhan itu, FA kemudian langsung mengantarkan pulang Bunga . Singkat cerita, pasca peristiwa itu, perilaku Bunga mendadak berubah. Sang ibu yang khawatir dengan kondisi putrinya kemudian berusaha mencari tahu sebab anaknya menjadi tak lagi patuh kepadanya.

“Setelah ditanya sama si ibu, akhirnya korban mengaku bahwa dia telah digutukan oleh pacar dan teman-temannya. Ibu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kami pada 8 Juni kemarin. Tepatnya sebulan setelah kejadian,” imbuhnya.

Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda yang menerima laporan tersebut langsung bergerak mengamankan keenam pria yang mengetahui kasus pemerkosaan itu. Dari hasil pemeriksaan, tiga di antaranya langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Sedangkan tiga lainnya hanya sebagai saksi. Karena pada saat kejadian mereka memang mengetahui, tapi tidak berani dan hanya bermain game online,” jelasnya.

Lebih lanjut Suhat mengatakan, dari hasil penyidikan diketahui pasca kejadian itu, FA sempat kembali menyetubuhi Bunga di rumah temannya.

“Saat ini masih kami dalami lagi keterangan pelaku maupun korbannya. Sementara ini yang kami lakukan telah mengumpulkan sejumlah barang bukti,” ucapnya.

Ketiga remaja tersebut kini telah diamankan di Polresta Samarinda guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan Bunga, kini tengah menjalani proses visum di rumah sakit berplat merah.

“Kami masih menunggu juga hasil visum. Menganai kondisi korban saat ini apakah hamil atau tidak belum diketahui, kami masih menunggu hasil visum,” ucapnya.

Meski saat ini ketiga remaja badung itu resmi ditahan polisi, namun Korps Bhayangkara tak mempersatukan sel penjara mereka dengan tahanan pria dewasa lainnya.

“Pelaku masih dibawah umur semua, proses hukumnya tentu akan tetap dilakukan. Tapi karena waktunya sangat terbatas karena 15 hari harus selesai, jadi untuk sementara kami titipkan di ruang tahan unit narkotika dan tidak digabung dengan tahanan dewasa, sambil menunggu proses hukum berlanjut,” pungkasnya. (*)

Related posts