Setelah Ditindak, Tambang Ilegal Berkedok Pematangan Lahan di Palaran Masih Beroperasi

  • Whatsapp
FOTO : Suasana lokasi galian emas hitam ilegal yang sempat ditindak petugas namun masih saja membandel/VONIS.ID
FOTO : Suasana lokasi galian emas hitam ilegal yang sempat ditindak petugas namun masih saja membandel/VONIS.ID

VONIS.ID, SAMARINDA – Pita segel terbentang di lahan yang diduga tambang ilegal di Jalan Jalan Parikesit 2, Gang Bendahara, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, rupanya seperti angin lalu.

Meski telah ditindak dan disambangi petugas berwajib, nyatanya aktivitas galian emas hitam yang diduga ilegal ini masih terus beroperasi. Menggunakan dua ekskavator yang juga sebelumnya dililit pita segel.

Baca Juga

Rusaknya segel serta masih adanya kegiatan di lahan seluas sekitar 1,5 hektar ini menjadi perhatian Dinas Pertanahan dan Satpol PP Samarinda yang sebelumnya melakukan penindakan pada Jumat (11/6/2021) lalu.

Rusaknya segel tersebut akan turut dipertanyakan ke pemilik lahan yang hingga kini belum juga menghadap ke Satpol PP Samarinda. Lahan tersebut diketahui dimiliki oleh Yadi, Agus serta Imran.

Penyidik Satpol PP Samarinda, Junaedi yang dikonfirmasi menjelaskan jika tindakan tegas bisa saja dilakukan. Selain kembali menyegel lahan, pihaknya bisa saja akan mengamankan alat berat yang digunakan.

Namun, terkait adanya indikasi pertambangan ilegal, pihaknya tidak bisa langsung turun tangan menyelidiki. Hanya sebatas penegakan perda terkait pematang lahan saja.

“Kita tidak bisa masuk ranah tambang, soalnya itu masuk di ranah pertambangan provinsi atau pusat. Kalau kami cuma pematangan, tapi saat ini kami sudah minta pemilik lahan datang. Soal segel itu kami bisa kembali tindak untuk sita alatnya,” ucapnya, Kamis (17/6/2021) sore tadi.

Setidaknya, lanjut Junaedi, dalam sepekan ini jika tiga kali panggilan tidak dipenuhi, alat berat akan disita.

“Kami lihat nanti kalau panggilan kami sama Dinas Pertanahan nggak digubris yah panggil paksa. Bisa nanti alatnya disita, entah itu kuncinya (panel) atau akinya,” sambungnya.

Disinggung ada tidaknya melibatkan pihak kepolisian karena berkaitan dengan dugaan tambang ilegal, Junaedi menambahkan jika pihaknya belum mengarah ke arah pelaporan polisi.

Sementara pihaknya masih menunggu pemenuhan panggilan pemilik lahan dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanahan.

“Kalau kami tidak bisa lebih jauh bersteatmen begitu (terkait tambang ilegal),” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan Samarinda, Syamsul Komari menuturkan meski kini masih ditangani Satpol PP, pelaporan ke pihak kepolisian juga akan ditempuh. Sebab, dugaan pertambangan ilegal sudah masuk dalam konteks pidana yang menjadi ranah kepolisian.

“Akan diserahkan ke polisi juga, kami sudah koordinasi,” ungkapnya.

Sebelum pelaporan resmi dilakukan, dokumentasi segel yang dilepas serta dugaan tambang ilegal akan dipersiapkan lebih dahulu. Selain itu, pihaknya akan kembali ke lokasi dugaan tambang ilegal tersebut.

“Laporannya belum masuk, masih disiapkan. Kami dokumentasikan juga segel dicabut, itu kan pengrusakan aset,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, penindakan di lokasi dugaan tambang ilegal dilakukan petugas gabungan sebab adanya keluhan warga sekitar.

Bagaimana tidak, jika aktivitas berkedok pematangan lahan ini hanya berjarak sekira lima meter dari pemukiman warga. Oleh sebab itu, petugas pun bertindak cepat dan langsung melakukan tindakan.

Bertempat di Jalan Parikesit 2, Gang Bendahara, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Palaran. Kecurigaan adanya kegiatan pertambangan tanpa izin ini dikarenakan adanya lubang-lubang galian serta singkapan batu bara. Bahkan dari pengamatan lapangan, pada lahan dengan luas sekitar 1,5 hektar ini terdapat bekas tumpukan emas hitam. (*)

Related posts