Tak Hanya Tiga Unit Mobil, Kejati Kaltim Juga Sita Satu Laptop di Kantor  Iwan Ratman, Mantan Direktur Perusda MGRM

  • Whatsapp
FOTO : Tim penyidik Kejati Kaltim saat melakukan pengeledahan dan penyitaan barang bukti kasus rasuah yang menjerat tersangka Iwan Ratman/IST
FOTO : Tim penyidik Kejati Kaltim saat melakukan pengeledahan dan penyitaan barang bukti kasus rasuah yang menjerat tersangka Iwan Ratman/IST

VONIS.ID, SAMARINDA – Tindaklanjut kasus rasuah yang menjerat Iwan Ratman selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) PT Mahakam Gerbang Raja Migas (PT MGRM) dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim hingga ke Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Pada hari kemarin, kedatangan tim penyidik Kejati Kaltim ke Jakarta untuk mencari sejumlah alat bukti pendukung, pasca Iwan Ratman ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga

Petinggi Perusda milik Pemkab Kutai Kartanegara itu diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, proyek pembangunan Tangki Timbun dan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) senilai Rp50 miliar.

Lokasi penggeledahan berlangsung di rumah Iwan Ratman yang terletak di Jalan Kemang Utara, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang mana petugas mengamankan tiga unit mobil mewah.

Tim penyidik juga menyambangi Sudirman Central Business District di Jakarta Selatan yang merupakan kantor kerja tersangka Iwan Ratman.

“Kami lakukan penggeledahan dan telusuri kantornya di SCBD lantai 35-37 dan kami amankan satu unit laptop. Dirumah tersangka kami juga sita tiga unit kendaraan,” ucap Kasi Penkum Kejati Kaltim, Farius melalui telpon selulernya, Kamis (25/2/2021) sore tadi.

Adapun barang bukti yang disita tim penyidik Kejati Kaltim dari kediaman Iwan Ratman, berupa tiga unit mobil mewah. Di antaranya Mercy Nopol B. 168 HBT, BMW Nopol B 8819 RFP dan Honda CRV Nopol B 605 RFS.

“Kuat dugaan kalau barang bukti yang kami amankan ini dibeli tersangka menggunakan uang hasil kejahatannya,” tambahnya.

Dari hasil penggeladahan itu, Korps Adhyaksa melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang, diduga berasal dari tindak rasuah yang dilakukan oleh tersangka Iwan Ratman. Dalam mengelola dana deviden, bersumber dari partisipating interest 10 persen kepada PT MGRM dari Pemkab Kukar medio 2018-2020.

Lanjut Farid, penggeledahan di kediaman tersangka ini diberlangsungkan berdasarkan dengan terbitnya surat penggeledahan Kejati Kaltim dan Surat izin geledah dari Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta.

“Penggeledahan Tim penyidik Kejati Kaltim ini di saksikan oleh ketua RT dan security setempat. Untuk Melakukan penggeledahan menecari barang bukti di rumah tersangka,” bebernya.

Sejumlah ruangan digeledah guna mencari barang bukti serta alat bukti pendukung dalam pembuktian perbuatan pidana yang dilakukan tersangka Iwan Ratman. Disalah satu sudut rumah Tim Penyidik Kejati Kaltim turut menemukan brankas bekas tergenang air banjir.

“Yang digeledah seluruh bagian isi rumah. yang dianggap ada tersimpan barang bukti dan alat bukti yang dianggap mendukung dalam pembuktian perbuatan pidana yg dilakukan oleh tersangka Iwan Ratman,” terangnya.

Ditanya lebih lanjut, Farid hingga kini belum membeberkan langkah selanjutnya, pasca melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti di kediaman Tersangka Iwan Ratman. Namun dikabarkan, bahwa pihaknya hingga kini masih berada di Jakarta.

“Nanti kita lihat (penambahan tersangka) karena kasus masih terus berkembang,” pungkasnya. (*)

Related posts