Tangkal Peredaran Narkotika, BNN Samarinda Targetkan Pembentukan Dua Kelurahan Bersinar

  • Whatsapp
ed dc d bf bfaf
Kepala BNN Samarinda, AKBP Halomoan Tampubolon mengungkapkan target pembentukan dua kelurahan bersinar dilaksanakan pada tahun ini/VONIS.ID

VONIS.ID, SAMARINDA – Genderang perang terhadap peredaran narkotika di Kota Tepian terus digaungkan para aparat berwajib.

Tak hanya jajaran Polresta Samarinda, Badan Narkotika Nasional (BNN) Samarinda pun pasalnya juga terus melakukan hal serupa.

Baca Juga

Tak hanya sekadar membekuk para sindikat peredaran narkotika, pasalnya peperangan juga patut dilakukan secara persuasif merangkul seluruh lapisan elemen masyarakat.

Melalui kelurahan bersih dari narkotika atau biasa disebut bersinar, kawasan rawan peredaran narkotika akan terus dibenahi.

Dirubah agar menjadi kawasan anti narkotika. Pada pelaksanaan program penanggulangan ini, pasalnya ada dua wilayah yang dijadikan kelurahan bersinar. Yakni, Kelurahan Dadi Mulya dan Temindung Permai.

Dua kawasan ini memang tak lagi dipungkiri, kerap terjadi transaksi gelap narkotika.

Bahkan petugas mendapati adanya sistem penjualan memiliki loket khusus yang diberlakukan para sindikat.

Meski berhasil dibekuk berulang kali, namun para pelaku seperti tak ada jeranya dan terus kembalk berulah.

“Rencananya akan diresmikan pada tahun ini. Tentu ini nggak cuma dari kami (BNN) saja, dari Pemkot juga akan turut terlibat, termasuk kepolisian. Kami akan audiensi dengan Wali Kota. Kita akan buatkan SK dan deklarasikan bersama, targetnya tahun ini. Kalau bisa secepatnya,” kata Kepala BNN Samarinda, AKBP Halomoan Tampubolon, Sabtu (20/3/2021) siang tadi.

Upaya meresmikan dua kelurahan bersinar ini juga berkaca dari program serupa sebelumnya.

Merubah wajah pasar segiri yang kerap digunakan untuk berjualan kristal mematikan melalui kampung bersinar pada 2019 lalu.

“Segiri bersinar itu sudah efektif, saya rasa sudah nggak ada (jualan narkotika),” ucapnya.

Dalam pelaksanaan kelurahan bersinar nanti, tentunya tidak sekedar berbicara pembuatan posko dan pengawasan saja.

Mindset masyarakat yang sedikit acuh terhadap ancaman narkotika pun perlahan akan dirubah.

Sehingga, masyarakat dapat ikut serta menolak lingkaran bahaya narkotika yang masuk di wilayah pemukiman mereka.

“Jadi ketika seluruh elemen masyarakat ini menolak tidak ada lagi ruang buat para pengedar narkotika. Tapi untuk penindakan bagi pelakunya juga akan terus berjalan. Jadi ada penindakan dan pencegahan akan dilakukan secara bersama,” pungkasnya. (tim redaksi)

Related posts