Jerman Tak Tinggal Diam Lihat Turki Berulah Lagi di Laut Mediterania, Ada Ancaman Uni Eropa

  • Whatsapp
Kapal Oruc Reis milik Turki dan Erdogan

VONIS.ID – Turki kembali mengirim kapal Oruc Reis untuk melakukan ekspedisi di Laut Meditarania yang bersengketa dengan Yunani dan Siprus.

Sebelumnya, Uni Eropa sudah memberi ancaman kepada negara yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan tersebut.

Baca Juga

Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyayangkan keputusan pemerintah Turki untuk melanjutkan eksplorasi gas alam di perairan bersengketa Laut Mediterania.

“Kami bersepakat tindakan unilateral yang diambil Turki baru-baru ini bersifat provokatif, dan meningkatkan ketegangan dibandingkan meredakannya,” kata Merkel seperti dilansir Reuters pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Kepada media di sela-sela pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels, Merkel mengatakan,”Ini sangat disayangkan dan tidak perlu.”

Angela Merkel menambahkan,”Kami ingin melanjutkan jalan yang telah kami ambil bersama Turki.”

Dia menambahkan perkembangan lebih lanjut hubungan UE dan Turki menjadi kepentingan kedua pihak.

Dua pekan setelah pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa yang mendiskusikan sanksi ekonomi, UE sejauh ini gagal membujuk Ankara agar berhenti mengeksplorasi gas di perairan yang juga diklaim oleh Yunani dan Siprus.

Perairan Laut Mediterania memiliki cadangan gas alam yang besar.

Ini membuat Turki, Yunani dan Siprus bersitegang mengenai hak pengelolaan kekayaan alam itu.

Uni Eropa dan NATO telah berupaya memfasilitasi soal ini dengan membentuk mekanisme bersama untuk menghindari konflik militer terbuka di Laut Mediterania, yang melibatkan ketiga negara.

Turki Kembali Berulah

Turki pada Minggu malam (11/10/2020) mengumumkan rencana mengirim kapal penelitian ke perairan Mediterania Timur lagi.

Diketahui Turki tengah berada di perselisihan hak energi dengan Yunani.

Langkah ini diperkirakan bakal kembali memantik ketegangan dengan Athena.

Angkatan Laut Turki mengatakan, kapal Oruc Reis bakal beraktivitas di wilayah itu, termasuk di selatan Pulau Kastellorizo, Yunani, dari Senin (12/10/2020) hingga 22 Oktober.

Keterangan itu disampaikan melalui pesan yang dikirim ke sistem peringatan maritim NAVTEX.

Turki dan Yunani berselisih mengenai eksplorasi gas di Mediterania Timur pada Agustus, yang berujung latihan Angkatan Udara dan Angkatan Laut oleh kedua negara NATO yang bertetangga itu.

Yunani mengklaim hak atas perairan di sekitar Kastellorizo tapi Turki menolaknya.

Dengan bersikeras memiliki klaim yang lebih besar di Mediterania Timur karena punya garis pantai yang lebih panjang.

Ankara pertama mengerahkan kapal penelitian seismik dan kapal Oruc Reis ke perairan yang disengketakan itu pada 10 Agustus.

Lalu memperpanjang misinya dan mengabaikan seruan berulang untuk berhenti oleh Athena dan Uni Eropa.

Kini, kapal itu akan bergabung dalam misi “survei seismik” terbaru oleh dua kapal lain yang disebut Ataman dan Cengiz Han, menurut pesan NAVTEX yang dikutip AFP.

Oruc Reis ditarik ke pantai bulan lalu dari perairan yang diklaim Yunani.

Saat itu banyak orang berharap bakal jadi pertanda Ankara dan Athena bisa menyelesaikan krisis melalui pembicaraan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kala itu juga mengatakan, penarikan dilakukan untuk memberi kesempatan diplomasi.

Akan tetapi ofisial Turki bersikeras kapal itu hanya ditarik untuk menjalani perawatan berjadwal, dan akan meluncur lagi ke Mediterania Timur guna melanjutkan misinya.

Harapan perdamaian kembali meningkat setelah Turki dan Yunani sepakat melakukan perundingan eksplorasi bulan lalu, setelah upaya diplomatik yang dipimpin Jerman untuk meredakan krisis.

Pembicaraan itu terhenti sejak 2016 dan diharapkan bisa dimulai lagi di Istanbul, tapi tidak ada tanggal pastinya.

Para Menteri Luar Negeri Turki dan Yunani juga bertemu pekan lalu di sela-sela forum keamanan di ibu kota Slovakia, Bratislava, dalam pembicaraan tingkat tertinggi sejak ketegangan dimulai.

Uni Eropa di KTT awal bulan ini mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Turki.

Jika Ankara gagal menghentikan apa yang dikatakan blok itu sebagai pengeboran ilegal dan eksplorasi energi, di perairan yang diklaim Siprus dan Yunani.

(*)

Sebagian artikel ini bersumber dari Tempo.co

https://dunia.tempo.co/read/1396859/angela-merkel-sebut-tindakan-turki-di-laut-mediterania-provokatif/full&view=ok

Related posts