Pengakuan Mengejutkan Donald Trump, Ingin Bunuh Presiden Suriah Bashar Assad

  • Whatsapp
FotoJet
Donald Trump dan Presiden Suriah Bashar Assad

VONIS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pengakuan mengejutkan.

Secara terang-terangan, lawan Joe Biden di Pilpres AS 2020 ini mengaku ingin membunuh Presiden Suriah, Bashar Assad.

Baca Juga

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengklaim dia ingin “mengalahkan” Presiden Suriah Bashar Assad pada tahun 2017 tetapi dihalangi oleh Menteri Pertahanan James Mattis – setelah sebelumnya menyangkal pernah membahas pembunuhan tersebut.

“Saya lebih suka menghabisi (Assad),” kata Donald Trump kepada Fox & Friends pada Selasa (15/9/2020).

Donald Trump bersikeras bahwa dia sudah mempersiapkan pembunuhan tersebut tetapi “Mattis tidak ingin melakukannya.”

Pengakuan tersebut bertentangan dengan klaim Trump pada 2018 selama pengarahan Gedung Putih bahwa dia tidak pernah membahas rencana untuk membunuh Bashar Assad.

Jurnalis Bob Woodward dalam bukunya yang terbit pada 2018, “Fear”, melaporkan bahwa Trump sangat ingin membunuh pemimpin Suriah itu setelah dugaan serangan senjata kimia pada 2017.

Donald Trump mengecam klaim Woodward itu sebagai sebuah cerita fiksi.

Namun, selama wawancara Fox & Friends, Trump mengatakan bahwa Mattis-lah yang terus menghalanginya menghabisi Bashar Assad.

Dia menyebut jenderal berjulik ‘Mad Dog’ itu “sangat berlebihan”, meski Donald Trump mengklaim dia tidak menyesal karena tidak membunuh Bashar Assad.

“Saya bisa saja hidup dengan (rencana pembunuhan).

Tapi saya punya kesempatan untuk menghabisinya jika saya mau, dan Mattis menentangnya,” kata Donald Trump sebagaimana dilansir RT.

“Mattis menentang sebagian besar hal itu,” kata Donald Trump dalam wawancara tersebut.

Donald Trump kemudian menuding Mattis tidak melakukan pekerjaannya di Suriah dan Irak terkait ISIS.

Dia mengklaim AS mengalahkan ISIS serta menewaskan pimpinan kelompok teroris itu, Abu Bakr Al Baghdadi setelah memecat Mattis.

Mattis mundur sebagai Menteri Pertahanan Trump pada Desember 2018.

Dalam surat pengunduran diriya Mattis mengklaim bahwa dia mundur sebagai protes atas upaya Trump menarik pasukan dari Suriah dan mengurangi konflik di Timur Tengah yang diluncurkan para pendahulunya.

(*)

Artikel ini bersumber dari Okezone.com

https://news.okezone.com/read/2020/09/16/18/2278542/trump-akui-berencana-bunuh-presiden-suriah-bashar-al-assad

Related posts