Tersesat, Sejumlah Ikan Paus di Wilayah Australia Utara Masuk ke Sungai yang Penuh Buaya

  • Whatsapp
paus di taman nasional kakadu
Paus bungkuk nyasar di Sungai East Alligator di Taman Nasional Kakadu (Taman Nasional Kakadu/Facebook/travel.detik.com)

VONIS.ID – Berita Mancanegara yang dikutip VONIS.ID tentang Seekor paus bungkuk dilaporkan tersesat di sungai.

Sebuah pemandangan yang langkah terjadi di wilayah Australia Utara, ada sejumlah ikan paus nyasar ke sungai yang dipenuhi buaya.

Baca Juga

Seekor paus bungkuk dilaporkan tersesat ke sebuah sungai yang dipenuhi buaya di wilayah Australia utara hingga 30 kilometer.

Kini pihak berwenang tengah memandunya untuk kembali ke laut.

Para ahli meyakini bahwa paus-paus itu melakukan migrasi laut tahunan ketika beberapa dari hewan mamalia tersebut salah belok.

Dua paus kemudian bisa berenang keluar dari sungai, tetapi satu dari mereka masih berada di sana. Ini merupakan pertama kalinya seekor paus terlihat di sungai yang penuh buaya di Australia.

Mengingat perkiraan panjangnya yang mencapai 16 meter, paus bungkuk dianggap tidak mungkin diganggu oleh buaya-buaya itu.

Namun, seorang pejabat pada Senin (14/9/2020) mengatakan bahwa risiko bisa meningkat jika paus itu terdampar di perairan dangkal.

Apa yang tengah terjadi?

Paus-paus tersebut terlihat pekan lalu di East Alligator River oleh orang-orang yang berperahu di Taman Nasional Kakadu taman nasional terbesar di Australia dan terdaftar sebagai situs Warisan Dunia.

Pemandangan hewan yang berenang di sepanjang kelokan sungai yang berlumpur jauh dari perairan terbuka membuat penduduk setempat takjub.

“Ini adalah sesuatu yang belum pernah tercatat sebelumnya tidak hanya di wilayah utara, tetapi (di) Australia. Ini benar-benar tidak biasa,” kata Carole Palmer, seorang ilmuwan ekosistem laut untuk pemerintah wilayah itu.

Sulit untuk menentukan apakah lebih dari satu paus membutuhkan bantuan karena “air sungai coklat keruh”, tambahnya.

Bagaimana paus-paus itu bisa sampai di sana?

Palmer mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa para ahli tidak yakin mengapa paus ini salah belok ke lepas pantai utara negara itu.

Diperkirakan mereka menuju selatan ke Antartika, tetapi keliru memasuki muara yang membawa mereka lebih jauh ke hulu sungai.

Paus-paus bermigrasi ke perairan yang lebih hangat di lepas pantai Australia selama musim semi untuk melahirkan sebelum kembali ke Antartika untuk mencari makan.

Apakah di sana berbahaya?

Meski sungai itu dipenuhi buaya air asin, para ilmuwan berharap di sana tidak terjadi pertarungan.

Namun, jika paus terperangkap di perairan dangkal dan terdampar di tepi sungai, “mereka menjadi santapan mudah,” kata Palmer kepada ABC.

“Tidak mungkin kita bisa mengangkat paus bungkuk sepanjang 12-16 meter dari gundukan pasir dan berpotensi membuat buaya-buaya itu keluar.”

Apa saja yang dilakukan pihak berwenang untuk membantu?

Untuk memandunya menuju laut, sejumlah perahu dilarang berlayar di sepanjang sungai.

Diharapkan paus tersebut akan pergi dengan sendirinya, tetapi paus itu tetap berada di sekitar bagian sungai yang paling dalam sekitar 20 kilometer dari laut.

Palmer mengatakan, pihak berwenang tengah mempertimbangkan beberapa cara untuk menariknya keluar, seperti memanfaatkan “suara bising” dari perahu-perahu yang berlayar di sekitar sungai atau rekaman suara paus bungkuk.

“Ini memang cukup rumit, tetapi semua orang benar-benar berupaya untuk memindahkannya dengan cara yang positif,” katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kejadian Langka, 3 Paus Tersesat Masuk Sungai yang Dipenuhi Buaya”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/09/17/080000823/kejadian-langka-3-paus-tersesat-masuk-sungai-yang-dipenuhi-buaya?page=all.

Related posts