Banjir di Samarinda Kembali Telan Korban Jiwa, Balita 4 Tahun Tewas Setelah Terpeleset dan Terseret 300 Meter

  • Whatsapp
cdc acc cb feefb
Aparat berwajib bersama relawan dan warga sekitar saat menyusuri saluran drainase tempat diduga korban tewas meregang nyawa/IST

VONIS.ID, SAMARINDA – Sepekan terakhir curah hujan begitu intens mengguyur Kota Tepian.

Namun guyuran hujan pada Sabtu (3/4/2021) kemarin meninggalkan duka bagi keluarga balita bernama Khansa Nur Sabhira.

Baca Juga

Informasi dihimpun, balita 4 tahun ini tewas saat sedang asyik bermain banjir di Jalan Damanhuri II, Gang Ogok, Perum Borneo SKM, Blok AA RT 42, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang.

Menurut keterangan saksi, Sugianto (41) kejadian diketahui saat dirinya mendapat telpon dari warga sekitar lokasi kejadian kalau ada seorang balita yang tenggelam dan terseret arus hujan.

“Kami saat itu langsung turun ke lapangan dan menelusuri aliran arus,” ujar Sugianto, Minggu (4/4/2021) hari ini.

Informasi dihimpun, diduga balita malang itu terpeleset saat bermain di dekar saluran drainase besar.

“Kami tidak tahu kronologis pastinya, karena dapat informasi sudah terbawa arus gitu aja,” sambungnya.

Upaya pencarian sendiri memakan waktu hampir setengah jam sebelum akhirnya tubuh mungil balita 4 tahun itu ditemukan dalam kondisi telungkup diatas semak belukar.

Diperkirakan dari tempat korban terjatuh, tubuh malangnya ditemukan dengan jarak sekira 300 meter.

Tubuh korban tersangkut disemak belukar, lantaran luapan air yang memang meninggi hingga menggenang diatas tempat ditemukannya korban.

“Karena air meluap itu kita temukan di atas tanah,” ujarnya.

Setelah ditemukan berbagai upaya coba dilakukan warga, hingga akhirnya tubuh balita malang itu dilarikan ke kerumah sakit terdekat yakni Rumah Sakit Ibu dan Anak Qurrata A’yun Samarinda, Jalan DI Pandjaitan.

“Saat sampai dirumah sakit, langsung diperiksa dipasang selang, ternyata anak itu sudah tiada (meninggal dunia),” tutup Sugianto.

Usai kejadian Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda segera melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Pada saat dilakukan pengecekan pada tubuh korban ditemukan luka robek pada dahi diduga terbentur benda keras, lebam pada bagian kepala, lecet teratur pada lengan tangan kanan dan lengan tangan kiri, punggung, serta kaki kanan dan kaki kiri,” jelas Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah melalui Kasubnit Inafis, Aipda Herry Cahyadi.

Namun demikian, pihak keluarga mengaku ikhlas atas peristiwa yang menimpa balita malang itu, dan pihak kepolisian pun menghentikan proses penyelidikan.

“Orang tua korban tidak menghendaki untuk dilakakukan visum dan outopsi serta keluarga bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan,” pungkasnya. (tim redaksi)

Related posts