Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di Kabupaten Kukar, GMPPKT Geruduk Kejati Kaltim

  • Whatsapp
cefe dc f ac febdfd
FOTO : Belasan mahasiswa yang tergabung dalam GMPPKT saat melakukan aksi siang tadi didepan kantor Kejati Kaltim/VONIS.ID

VONIS.ID, SAMARINDA – Dugaan rasuah terus menyeruak di Bumi Mulawarman.

Kali ini dugaan itu disinyalir berasal dari proyek peningkatan jalan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang mana disuarakan oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur (GMPPKT) pada Rabu (21/4/2021) siang tadi.

Baca Juga

Tak hanya satu, belasan mahasiswa ini pasalnya melapirkan dua proyek yang pertama tentang pembangunan jalan Kecamatan Muara Wis menuju Kota Bangun Seberang dan pembangunan jalan Sanga-sanga Muara.

Berdasarkan laporan masing-masing proyek menghabiskan dana miliaran rupiah.

Proyek Kecamatan Muara Wis diketahui menyerap anggaran hingga Rp17 miliar dengan aliran dana dari APBD Kukar tahun anggaran 2019.

Pengerjaan proyek tersebut dilakukan Dinas PUPR dengan pelaksana kegiatan proyek PT Mega Sanggah Buana dan Konsultan Pengawas PT Teknial Global Konsultan.

Sedangkan proyek Kelurahan Sanga-sanga Muara diketahui mengeluarkan anggaran sebesar Rp6,9 miliar yang diduga bersumber dari dana Bankeu di APBD-P tahun 2019.

Dijelaskan Adhar selaku koordinator aksi, dugaan rasuah dari pengerjaan dua proyek tersebut dilakukan tak sesuai prosedur dan terkesan asal-asalan.

Bahkan diduga bantuan keuangan untuk proyek Sanga-sanga Muara diperjualbelikan.

“Baru saja selesai dibangun, tapi jalannya sudah rusak lagi. Dan itu tidak sedikit menghabiskan anggarannya.

Kami menduga ada kejanggalan proyek tersebut. Harusnya dikerjakan enam kilometer, tapi faktanya hanya dikerjakan 500 meter. Itu hasil investigasi kami di lapangan,” ujar Adhar, Rabu (21/4/2021) siang tadi.

Dari hasil temuan itu, maka GMPPKT meminta Kejati Kaltim untuk menyidak, menyidik dan menindak proyek peningkatan jalan di Kecamatan Muara Wis dan Kelurahan Sanga-sanga Kukar.

“Periksa dan adili PPTK, PPK dan KPA proyek tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti laporan mahasiswa terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di dua proyek peningkatan jalan, Kasi C Bidang Intel Kejati Kaltim Erwin akan menunggu laporan resmi terlebih dahulu.

“Kita tunggu surat resminya dulu. Setelah itu baru menunggu rekomendasi pimpinan seperti apa tindaklanjutnya ,” ujarnya.

Erwin menambahkan, jika laporan masuk pada hari ini maka dalam waktu dekat disposisi akan keluar dari pimpinan Kejati.

“Setelah disposisi, kemudian kami akan telaah kembali dan dalami bukti-bukti laporannya,” tutupnya. (tim redaksi)

Related posts