Luhut Binsar Pandjaitan Diminta Tangani Virus Corona, Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo: Langkah Jokowi Tepat

  • Whatsapp
Rahmad Handoyo x
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo/pontas.id

VONIS.ID – Berita Nasional yang dikutip VONIS.ID tentang Presiden Joko Widodo kembali mempercayai Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejak 2014, Luhut memang sudah menjadi jenderal andalan Jokowi di berbagai posisi.

Baca Juga

Sekarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mempercayai Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Kali ini, Luhut diminta untuk menangani virus Corona (COVID-19) di 9 provinsi.

9 provinsi ini bukanlah daerah sembarang.

Daerah-daerah itu dianggap memiliki kontribusi besar ke perekonomian nasional, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu mengatakan, diberikan waktu selama dua minggu untuk menekan kasus Corona.

Sasarannya berupa penurunan penambahan kasus, peningkatan angka kesembuhan, dan penurunan kasus kematian.

“Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate dan penurunan mortality rate,” tegas Luhut dalam keterangannya, Senin (14/9).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tidak mempermasalahkan penunjukan tersebut. Bagi Dasco, Presiden memiliki pertimbangan sehingga mempercayai Luhut.

“Dan karena komite gugus tugas COVID juga sekaligus bertugas untuk pemulihan ekonomi nasional, mungkin diperlukan energi tambahan, sehingga Presiden memberikan tugas kepada Menko Maritim untuk ikut andil dalam pemberantasan COVID-19,” kata Dasco di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Menurut Dasco, penunjukan Luhut oleh Jokowi tidak usah menjadi polemik. “Saya pikir itu enggak usah dibikin polemik.

Karena Presiden sebagai penanggungjawab tentunya mempunyai pertimbangan sendiri,” imbuhnya.

Selain Dasco, Ketua Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menilai luhut mampu untuk menyelesaikan tugas dari Jokowi.

Luhut, disebut Cucun, memiliki latar belakang militer yang menjadi modal untuk menyelesaikan masalah.

“Pak LBP sudah teruji dengan latar belakang militer punya konsep dan keseriusan dalam bekerja,” kata Cucun kepada wartawan pada Selasa (15/9/2020).

Cucun pun yakin Luhut dapat membentuk tim yang berasal dari berbagai latar belakang.

Sehingga, penyebaran COVID-19 bisa ditekan.

“Terkait Pak LBP saya yakin beliau secara manajerial akan mampu membuat tim di bawahnya dari berbagai latar belakang yang dibutuhkan, mau kesehatan, ekonomi,” kata Cucun.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menilai langkah Jokowi tepat.

Handoyo mengatakan Luhut memiliki kapasitas menekan penyebaran Corona melalui operasi yustisi

“Nah, ketika sudah penerapan dan berkoordinasi masalah yustisi, masalah hukum, tentu kapasitasnya Pak Luhut, dan kebetulan di dalamnya Pak Luhut masuk dalam tim pengendalian COVID-19.
Jadi saya kira nggak masalah, justru yang tepat, karena beliau memang ahlinya bagaimana mengendalikan Pangdam, bagaimana mengendalikan Kapolda,” kata Handoyo kepada wartawan, Selasa (15/9/202).

Bagi Handoyo, penyebab semakin meningkatnya kasus Corona adalah tidak disiplinnya masyarakat. Maka, Luhut memiliki kemampuan untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Justru kita support, kita kasih apresiasi Presiden segera mengendalikan COVID dari sisi proses penegakan.

Karena selama ini yang menjadi keluhan masyarakat dan dalam tanda petik belum terkendali karena memang kita kedisiplinannya memang kurang sekali, sehingga budaya hidup baru disiplin kita masih belum ditegakkan dengan baik, nah di sinilah Pak Luhut berperan dalam rangka mengkoordinasikan untuk bisa berkoordinasi dengan Kapolda dengan jajarannya, Pangdam dengan jajaran, saya kira tepat,” katanya.

Lalu, bagaimana dengan peran Menkes Terawan Agus Putranto? Handoyo menyampaikan antara Terawan dengan Luhut berbagi peran untuk menekan kasus Corona.

“Nah pertanyaannya kemudian kenapa tidak Pak Menkes? Pak Menkes kan posisinya dari sisi teknis kesehatan, Pak Menkes kan tidak dari sisi penegakan disiplin hukumnya.

Pak Terawan atau Pak Menkes ini dari sisi teknis kesehatan dan teknis bagaimana proses penemuan vaksin dan bagaimana nanti mengorganisasikan vaksin ke depan, dan bagaimana juga untuk proses-proses aturan-aturan yang dibikin,” imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul “Keyakinan Anggota Dewan Soal ‘Luhut Lagi Luhut Lagi” https://news.detik.com/berita/d-5174753/keyakinan-anggota-dewan-soal-luhut-lagi-luhut-lagi/2

Related posts