Satu Rumah Roboh Akibat Jalan Utama Talang Saru Amblas, Kejadian Terus Berulang Sejak Empat Tahun Silam

  • Whatsapp
caca d a effc
Kondisi Jalan Talang Sari yang amblas akibat tanah longsor perlu penangan cepat, sebab menjadi jalur nadi aktivitas warga setempat/VONIS.ID

VONIS.ID, SAMARINDA – Curah hujan yang terus megguyur Kota Tepian menimbulkan bencana tanah longsor di Jalan Talang Sari, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara pada Selasa (6/4/2021) subuh tadi.

Akibatnya, akses lalu lintas warga pun terhambat dan satu bangunan rumah tunggal roboh akibat peristiwa itu.

Baca Juga

Jalan sepanjang lima meter yang berada di perbatasan RT 03 dan RT 04 tersebut amblas sedalam tiga meter akibat longsor.

“Kejadiannya tu pas hujan deras malam tadi. Istri sempat dengar ada suara dentuman keras, kirain gempa sekalinya longsor itu,” kata Ketua RT 04, Hari Fajar saat dijumpai siang tadi.

Usai kejadian longsor, lanjut Hari, pada pagi harinya warga secara swadaya langsung melakukan kerja bakti dan menutup akses jalan agar tak memakan korban.

“Tadi pagi juga Babinsa, Bhabinkamtibmas sama pihak kelurahan (Tanah Merah) ke lokasi juga melakukan tinjauan,” tambahnya.

Tak hanya jalan. Pasalnya, rumah yang berada tepat di tepi jalan juga ikut terimbas.

Ambruk akibat tanah yang terus bergerak. Beruntung rumah itu tak lagi dihuni sejak setahun terakhir.

“Tapi itu sudah kosong, pemiliknya tinggal di Surabaya,” terangnya.

Musibah longsor di area tersebut sebenarnya bukan pertama kali terjadi.

Pria yang bermukim di kawasan Talang Sari sejak 1999 ini mengaku sejak empat tahun terakhir longsor kerap terjadi.

Sebab, lintasan air mengalir tepat di bawah badan jalan. Selain itu, kontur tanah yang berbukit membuat potensi longsor meningkat.

“Memang daerah rawan. Sejarahnya dulu itu tanah uruk. Jembatan juga sempat longsor dulu dan ditangani. Dua tahun lalu itu dibuatkan turap, dananya sekitar Rp200 juta,” terangnya.

Terpisah, Lurah Tanah Merah, Joko mengatakan, jika kawasan rawan longsor itu sebenarnya telah dilaporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Dimana Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) sebagai instansi teknis terkait. Sebab, sejak dua bulan terakhir badan jalan sudah menggantung.

“Sudah kita laporan dua bulan lalu. Tapi karena geografisnya sepertinya jadi nggak sanggup,” ucapnya.

Lantaran Jalan Talang Sari terputus dan tak bisa dilintasi, warga sementara menggunakan jalan alternatif. Memutar, melewati Gang Margo Utomo. Selagi menanti penanganan pemerintah.

“Sudah kami laporkan. Yah mudah-mudahan segera direspon pak Walikota dan menyampaikan ke DPUPR untuk segera menindaklanjuti jalan itu,” pungkasnya. (tim redaksi)

Related posts