Tak Patuhi Instruksi Gubernur Kaltim untuk Tetap di Rumah Selama 2 Hari, Wali Kota Samarinda Pergi ke Jateng

  • Whatsapp
pembagian bantuan sembako tahap ii terancam molor pemkot samarinda beri penjelasan
Tejo Sutarnoto, Asisten I Pemerintah Kota Samarinda

VONIS.ID – Instruksi Gubernur Kaltim dua hari Lockdown Sabtu dan Minggu kemarin di kota Samarinda tanpa ada wali kota.

Dari informasi yang beredar Syaharie Ja’ang, dan pejabat teras pemkot lainnya berada di luar kota Samarinda yakni, ke provinsi Jateng.

Baca Juga

Dikonfirmasi Asisten 1 Pemkot Samarinda, Tedjo Sutarnoto membenarkan para wali kota Samarinda dan Sekkot, Sugeng Charuddin ke Jateng.

“Kemaren lusa pak wali kota dan sekda Samarinda ke Semarang agenda kunjungan kerja.

Kebetulan di lapangan saya bersama satgas TNI – Polri Sabtu dan Minggu kemarin,” ujar Tedjo saat dikonfirmasi via seluler, Senin (8/2/2021).

Setelah selesai melakukan kunker ke Semarang, tambah Tedjo lagi menjelaskan agenda kerja dilanjutkan ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kalau ke Jogja survey alat genos untuk kebutuhan test cepat covid-19, peruntukannya bagi rumah sakit milik daerah di Samarinda,” imbuhnya.

Disebutnya, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta berhasil membuat alat pendeksi covid -19 bernama Genos.

Hal ini menindaklanjuti perkembangan covid yang cukup tinggi di Samarinda, dimana Samarinda masuk zona merah.

Dengan begitu pemkot berencana membeli alat yang dibuat tim UGM tersebut.

Hal ini dalam rangka mempercepat pengetahuan tracing di masyarakat. Selain tidak mahal, tentunya lebih praktis menurutnya.

“Jadi kami bukan jalan-jalan, dipahami lah. Kalau semuanya tes antigen, PCR, kan biayanya gak sedikit. Kalau ini, hanya 15 detik sudah bisa diketahui, dan hanya berbiaya 20rb saja.

Jadi bukan menghindari tanggung jawab,” terangnya menanggapi isu liburan pejabat pemkot ditengah pembatasan gerak sosial di Samarinda.

Sebagai informasi, Genos adalah alat tiup napas yang tersiar kabar akan diproduksi berapa unit.

Kendati begitu, pemkot Samarinda masih mempertimbangkan dan melihat kemampuan keuangan.

Selanjutnya ada proses pengadaan kemudian.

Unit ini akan diserahkan ke rumah sakit atau dinkes.

Kalau misalnya barang cocok, nanti dibeli. Makanya di survey dulu,” bebernya.

“Rabu sudah pulang. Hari ini baru datang. Kalau pak Wali ada tugas kemarin di Semarang,” sambungnya. (*)

Related posts