Tetap Siaga, Tim Damkar Samarinda Terus Sterilisasi Jalur Menuju Pemakaman Covid-19 dan Berjaga saat Ada Kebakaran

  • Whatsapp
eac a c a ceecaa
Petugas Damkar Samarinda tak lupa selalu melakukan sterilisasi area menuju tempat pemakaman pasien Covid-19/VONIS.ID

VONIS.ID, SAMARINDA – Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 di Kota Tepian dalam lima bulan terakhir terus disibukan dengan angka kematian pasien yang kerap terjadi hampir setiap harinya.

Pemakaman pasien Covid-19 ini pasalnya telah disiapkan oleh pemerintah setempat yang berada di bilangan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Raudathul Jannah.

Baca Juga

Dengan tingginya tingkat kematian pasien virus corona ini, tentu tak ayal membuat petugas kerap Ilir mudik menuju lokasi pemakaman yang melewati kawasan padat penduduk.

Salah satu unsur tim di dalam satgas tersebut ialah Dinas Pemadam kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda.

Setiap ada pemakaman jenazah Covid-19 personil Disdamkar dari posko 7 lengkap dengan unit penyenprot dan unit komando bergerak untuk melakukan penyemprotan desinfektan di jalur menuju lokasi pemakaman.

Sejak bulan April hingga Minggu (13/9/2020) sore tadi tim Damkar sudah melakukan penyemprotan sebanyak 75 kali. Bahkan kemarin dalam sehari harus pontang panting saat tim empat jenazah Covid-19 ke peristirahatan terakhirnya.

“Sejak subuh hingga sore ada empat jenazah dimakamkan sesuai protokol di jam berbeda. Secara otomatis kami mengikuti prosesi tersebut. Dan bolak balik melalukan penyemprotan dijalur menuju pemakaman ,” kata Dwi Purwanto, Koordinator Wilayah Posko 7, Minggu (13/9/2020) sore tadi.

Lantaran banyaknya penderita yang meninggal dunia saat ini, timnya harus rela pulang hingga tengah malam seiring berakhirnya prosesi pemakaman yang dilakukan.

Meski sudah usai melakukan tugas penyemprotan pihaknya tetap tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Tugas sebagai pemadam kebakaran tetap menanti, petugas bergelar satria biru ini pun harus tetap siaga 24 jam menjaga situasi Samarinda dari ancaman bahaya kebakaran.

“Tim memang terbagi dalam tiga regu, namun semua personil secara individu tetap stand by. Jika ada panggilan darurat ya secara sadar mereka akan tetap datang. Namanya juga tugas kemanusiaan,” tutup Dwi. (tim redaksi)

Related posts