Perahu Motor di Ende NTT Tenggelam Diterjang Gelombang, Pasangan Suami Istri Ini Harus Rela Kehilangan Anaknya

  • Whatsapp
download
Ilustrasi Tenggelam/klikdokter.com

VONIS.ID – Berita Nasional yang dikutip VONIS.ID tentang sebuah perahu motor di Pulau Ende tenggelam.

Tenggelamnya sebuah perahu motor di Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu 3 April 2021, membekas di hati Wawan dan Aisyah.

Baca Juga

Kecelakaan maut tersebut menyisahkan duka mendalam.

Pasangan suami istri ini harus kehilangan buah hati mereka, Azim, yang masih berusia satu tahun.

Perahu motor tersebut bertolak dari dermaga di Pulau Ende menuju Numba, Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende, NTT sekitar pukul 08.00 Wita, Sabtu (3/4/2021).

Perahu motor kayu itu mengangkut 24 orang penumpang, semuanya punya hubungan kekeluargaan.

Mereka ke Numba untuk menghadiri sebuah acara keluarga.

Sayangnya, baru sekitar lima belas menit meninggalkan dermaga, perahu tersebut diterjang gelombang deras.

Sekitar pukul 08.30 Wita, kapal tersebut porak – poranda dan tenggelam.

Nurdin, Camat Pulau Ende, dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, menerangkan, adanya peristiwa tersebut.

“Iya betul, kejadiannya tadi sekitar setengah sembilan. Karena gelombang deras,” kata Nurdin.

Menurutnya, semua penumpang sudah ditemukan. Namun, salah satu penumpang, masih balita, meninggal dunia.

Nurdin, menjelaskan, para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan bantuan puing – puing perahu.

“Mereka berenang kembali ke Pulau Ende, pakai papan – papan perahu yang sudah patah,” ungkapnya.

Ditanya mengenai balita yang meninggal dunia, Nurdin menerangkan, balita tersebut, sempat dilarikan Puskesmas Pulau Ende, namun tidak tertolong.

Dia menceritakan, ibu balita tersebut setelah perahu tenggelam, berenang sambil membawa di balita.

“Tapi yah nyawa balita itu tidak tertolong. Ibunya selamat. Ibunya bernama Aisyah,” ungkap Nurdin.

Lanjut Nurdin, suami Aisa juga, salah satu penumpang perahu yang tenggelam tersebut.

“Jadi begini, si suaminya bantu anak yang satu, anak mereka juga, sudah duduk di bangku TK, kalau mamanya, yah dengan anak mereka yang masih balita, yang meninggal itu,” terang Nurdin.

Berikut nama – nama penumpang,

1. Azim, (1) alamat Desa Ndoriwoi (Meninggal dunia).

2. Hadijah, (38), alamat Desa Rengamenge.

3. Salsabilah, (8) , Desa Rengamenge.

4. Abdul Hamid, 46 tahun, Desa Rengamenge.

5. Wawan Ebas, (28), Desa Ndoriwoi.

6. Umi Pua, (43), Desa Paderape.

7. Devita Mizzan, (7), Desa Ndoriwoi.

8. Aisyah Wago, (35), Desa Ndoriwoy

9. Siti Zohibah, (30), Desa Ndoriwoi.

10. Putra Alif Wal Ikram, (9) Desa Ndoriwoy.

11. Nofenda Ramadani, (17), Desa Paderape.

12. Nurbaya Ndoa, (40), Desa Paderape.

13. Trisno Safar, (6) Desa Paderape.

14. Mohamad Wago, (33) Desa Paderape.

15. Siti Nurbaya, (33,) Desa Paderape.

16. Arafah Usman, (57) Desa Paderape.

17. Nurazraila, (15), Desa Paderape.

18. Rifky Zulfikar, (8) Desa Paderape.

19. Putri Srimulyani Az-zahra, (5), Desa Paderape.

20. Akilah Kharunisa, (1) Desa Paderape.

21. Raskia Cahyani, (3) , Desa Paderape.

22. Yasmianti, (18), Desa Paderape.

23. Rugeya, (30), Desa Paderape.

24. Abdul Hamid Webbi, (42) Desa Rengamenge.

Sebanyak 4 korban yang masih dirawat yakni Aisyah Wago, Siti Zohibah, Devita Mizzan dan Umi Pua. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul Di Ende, Perahu Tenggelam Aisyah Berenang Sambil Bawa Balita, Sedih! Tidak Tertolong, https://kupang.tribunnews.com/2021/04/03/di-ende-perahu-tenggelam-aisyah-berenang-sambil-bawa-balita-sedih-tidak-tertolong?page=4.

Related posts