Razia Penyakit Masyarakat, Petugas Gabungan Amankan Tujuh Perempuan, Satu Pria dan Bong Sabu di Hotel Melati Samarinda

  • Whatsapp
ad f d ab aeb
Petugas gabungan saat menggelar operasi penyakit masyarakat disejumlah hotel kelas melati dan cafe tongkrongan kaula muda/VONIS.ID

VONIS.ID, SAMARINDA – Memasuki bulan suci Ramadan rupanya justru harus lebih diwaspadai aparat berwajib.

Sebab penyakit masyarakat tak mengenal waktu dan justru bisa mengganggu ketertiban setempat.

Baca Juga

Maka dari itu, Polresta Samarinda saat ini tengah melaksanakan Operasi Keselamatan Mahakam 2021, dan seluruh polsek jajarannya menggecarkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Tepat pada Sabtu (17/4/2021) malam tadi, kegiatan Operasi Pekat dilaksanakan Polsek Sungai Pinang beserta unsur Koramil 02 Samarinda Utara, Kelurahan setempat dan dibantu sejumlah relawan menyisir sejumlah hotel kelas melati.

Walhasil, operasi tersebut berhasil menjaring tujuh perempuan dan satu pria di tiga hotel berbeda.

Diduga para perempuan ini merupakan pekerja seks komersial yang sedang menunggu tamu.

“Indikasinya mereka sedang menunggu tamu,” ucap Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Jufri Rana saat dikonfirmasi Minggu (18/4/2021) siang tadi.

Diketahui, malam tadi petugas gabungan menyisir hotel melati di Jalan Merdeka, Jalan Pelita dan Jalan KH Samanhudi Kecamatan Sungai Pinang.

Tak hanya hotel melati, pasalnya malam tadi petugas gabungan juga menyisir sejumlah cafe untuk memberikan imbauan dan mengimbau penerapan protokol kesehatan.

“Kegiatan ini masuk dalam operasi pekat, dalam menciptakan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilkum kami.

Sehingga, mereka yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini bisa merasa nyaman,” imbuhnya.

Lanjut Jufri, satu pria yang diamankan ini berada satu kamar dengan seorang perempuan yang bukan pasangan sahihnya, dan polisi juga menemukan alat hisap sabu berupa bong kaca.

Tak lagi bisa mengelak, tujuh perempuan dan satu pria itu langsung dikeler menuju Mapolsek Sungai Pinang untuk dilakukan pendataan lebih lanjut.

“Mereka kami data dan diberikan pembinaan, karena tidak ada ditemukan barang bukti serta tindak pidananya,” pungkasnya. (tim redaksi)

Related posts