Sabtu, 2 Maret 2024

Internasional Terkini

Perang Rusia vs Ukraina Memasuki Hari ke-544: Saling Serang dengan Pesawat tak Berawak

Selasa, 22 Agustus 2023 10:38

PERANG - Rudal balistik Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF). Foto: Viva.co.id

VONIS.ID - Perang Rusia vs Ukraina memasuki hari ke-544, Senin (21/8/2023).

Tak ada indikasi perdamaian akan segera terjadi dari kedua belah negara.

Berikut situasi perang Rusia vs Ukraina, seperti dilansir dari Kompas.com:

  • Belanda dan Denmark telah mengumumkan bahwa mereka akan menyumbangkan hingga 61 jet tempur F-16 kepada Ukraina setelah pelatihan pilot selesai dengan memuaskan, ketika Volodymyr Zelensky mengunjungi kedua negara tersebut setelah berbulan-bulan memohon untuk memperkuat angkatan udara Ukraina.
  • Zelensky bersumpah akan melakukan pembalasan setelah sedikitnya tujuh orang tewas dan 144 lainnya terluka dalam serangan rudal keji Rusia yang menghantam sebuah teater dan alun-alun di kota Chernihiv, Ukraina utara.
  • Sementara itu, Rusia mengatakan pesawat tak berawak Ukraina telah menyerang empat wilayah terpisah dalam serangkaian serangan pada Minggu (20/8/2023), melukai lima orang dan memaksa dua bandara di Moskwa untuk mengalihkan penerbangan secara singkat.
  • Di tempat lain, wilayah Kursk, Rostov, dan Belgorod di Rusia, yang semuanya berbatasan dengan Ukraina, melaporkan adanya percobaan serangan pesawat tak berawak, sementara kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka telah mencegat sebuah pesawat tak berawak Ukraina di wilayah Moskwa dan memaksanya untuk jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni.
  • Sebuah pesawat tak berawak Ukraina menargetkan sebuah lapangan terbang militer di wilayah Novgorod, Rusia, menyebabkan kebakaran dan merusak satu pesawat tempur, kata kementerian pertahanan Rusia. Kementerian tersebut mengatakan tidak ada yang terluka.
  • Ada peningkatan laporan mengenai rudal SA-5 Gammon yang menyerang Rusia, dengan pesawat tak berawak yang secara teratur menghantam Moskwa, kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruan intelijen terbarunya.
  • Pimpinan pasukan kedirgantaraan Rusia kemungkinan berada di bawah tekanan yang cukup besar untuk meningkatkan pertahanan udara di bagian barat negara itu, demikian tambah Kementerian Pertahanan.
  • Afrika Selatan tidak akan terlibat dalam persaingan antara kekuatan global, demikian janji presidennya, Cyril Ramaphosa, ketika ia bersiap untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak negara-negara berkembang Brics termasuk Rusia. Pretoria secara resmi tidak berpihak dalam konflik ini, tetapi dituduh berpihak pada Moskwa.

(redaksi)

Baca berita kami lainnya di
Tag berita:
Beritakriminal