Viral di Medsos Jukir Palak Pengendara Motor, Polsek Sungai Kunjang Respon dan Amankan Seorang Pria

  • Whatsapp
FOTO : BG saat diamankan aparat kepolisian setelah viralnya postingan pengendara motor yang di palak di depan Masjid Islamic Center Samarinda/IST
FOTO : BG saat diamankan aparat kepolisian setelah viralnya postingan pengendara motor yang di palak di depan Masjid Islamic Center Samarinda/IST

VONIS.ID, SAMARINDA – Sejak dikeluarkannya surat telegram Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo pada pekan lalu terkait pemberantasan aksi pungli dan premanisme, seluruh jajaran Korps Bhayangkara langsung merespon cepat.

Teranyar, di wilayah hukum Polsek Sungai Kunjang mendadak viral postingan seorang warganet yang mengaku telah dipalak seorang juru parkir (jukir) liar dengan lagak bak preman.

Baca Juga

Warga yang menjadi korban itu memviralkan aksi premanisme jukir di medsos platform Facebook. Korbannya pemilik akun yakni Sndy, yang dipalak ketika sedang berhenti di halte bus taman. Korban menyebut ketika itu hendak memberikan uang Rp2 ribu, namun ditolak pelaku yang meminta Rp10 ribu.

Kejadian itu terjadi di taman Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Teluk Lerong Ulu (TLU), Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di depan Masjid Islamic Center yang langsung direspon aparat kepolisian.

Dengan menggunakan mobil patroli, petugas berpakaian preman langsung menyisir area tersebut. Walhasil polisi mengamankan seorang pria yang diduga sebagai koordinator jukir di taman tepian itu.

“Saat ini dalam pemeriksaan,” ucap Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Bambang Budianto, melalui Kanit Reskrim, Ipda Roni Wibowo.

Lanjut Roni, hasil pemeriksaan sementara diketahui jika pria yang diamankan petugas berinisial BG berusia 41 tahun.

“Untuk roda empat dimintai uang dengan jumlah Rp5 ribu dan motor dimintai Rp2 ribu. Dan jika kendaraan yang sehabis parkir tidak bersedia memberi sejumlah uang, maka pelaku langsung mengejar dan tidak segan membentak pengendara,” sambungnya.

Meski raut wajah BG nampak menyesal, namun polisi tetap bertindak tegas. Sebab sesuai dengan arahan polisi nomor satu di Indonesia sesuai surat telegramnya.

“Yang jelas sudah kami amankan dan saat ini masih diselidiki dan di dalami lagi,” pungkasnya. (*)

Related posts